Kamis, 05 Februari 2015

WISATA CURUG (AIR TERJUN) TERDEKAT DARI IBU KOTA BOGOR

1. CURUG LUHUR

   

   

Curug Luhur memiliki dua buah air terjun yang sejajar dengan ketinggian tertinggi mencapai 62,4 m. Konon, sebenarnya cuman ada satu air terjun di kawasan ini, namun penduduk setempat membuat cabang baru pada aliran sungai dan membelokkannya sehingga tercipta air terjun baru. Dikarenakan letak air terjun yang baru itu sedikit lebih tinggi, maka air yang mengalirpun tidaklah sederas air terjun utama. Sumber kedua air curug ini berasal dari Gunung Salak.

Disamping kedua curug utama ini juga terdapat sederet limpahan air yang mengalir secara deras pada dinding tanah dengan ketinggian kurang lebih 2 meter. Limpahan air ini mirip air terjun mini yang bisa digunakan pengunjung untuk membasuh tangan atau kaki sambil menikmati kesegaran air khas pegunungan. Air terjun mini tersebut ditampung pada sebuah parit kecil yang akhirnya akan menyatu dengan limpahan air Curug Luhur pada sungai yang ada di bagian tengah bawah area.


Lokasi
Terletak di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS :
 6° 39' 38.59" S 106° 42' 21.71" E 

Aksesbilitas

Berjarak lebih kurang 5 - 6 km ke arah Timur dari Curug Nangka, persisnya disamping kanan jalan raya kawasan Bogor - Gunung Salak Endah atau sekitar 20 Km ke arah selatan dari Kota Bogor (kira - kira 30 - 45 menit waktu tempuh berkendaraan).

Perjalanan ke Curug luhur, bisa melalui beberapa alternatif jalan, salah satunya dapat melalui jalan raya Bogor kearah Leuwiliang, belok di pertigaan Cikampak, lalu menelusuri jalan menuju Tenjolaya (belok kiri terus). Atau dari Ciapus, dengan mengambil arah ke kanan dari pertigaan menuju Curug Nangka (Sukamantri).

Untuk menuju lokasi air terjun, pengunjung berjalan kaki sekitar 150 meter dari pelataran parkir atau pintu masuk. Kondisi jalan menuju curug sudah tertata rapi karena telah dibuatkan undak - undakan semen hingga air terjun.

Tiket dan Parkir

Harga tiket masuk adalah Rp 7.500,- perorang. Bagi yang membawa mobil dikenakan biaya Rp 4.500,- untuk sekali parkir.

Fasilitas dan Akomodasi

Di lokasi ini banyak terdapat kolam - kolam buatan yang cukup besar untuk berendam atau berenang di bawah curug ini.


Berbagai bangunan dibangun guna mendukung sarana dan prasarana, seperti kamar ganti pakaian, toilet, tempat duduk untuk bersantai dan lain sebagainya. Juga terdapat berbagai warung - warung penjaja makanan dan suvenir melengkapi kawasan wisata ini. Namun nampaknya areal perkemahan tidak tersedia disini, mengingat area terbuka dan datar yang ada sepertinya kurang cukup luas.



2. CURUG NGUMPET



   
   

Curug Ngumpet memiliki ketinggian lebih kurang 45 meter, dengan panorama alam yang indah dan asri. Curug Ngumpet ini lebih tinggi daripada Curug Cihurang dan kolam airnya pun lebih dalam dengan batu - batu sungai yang besar - besar. Sayangnya,  kebersihan curug ini kurang terawat, berbeda dengan Curug Cihurang yang memang bersih dan rapi.

Ada satu lagi curug dengan nama yang sama tak jauh dari lokasi ini. Orang sering menamakannya dengan Curug Ngumpet 2. Curug Ngumpet 2 tersebut baru dibuka untuk umum sehingga belum banyak dikenal oleh pengunjung. Letak curug ini berada di samping pintu daki masuk ke Kawah Ratu. Ketinggiannya sekitar hanya 20 meter saja dengan kolam penampungan air di bawahnya yang terbuat dari semen.

Kedua curug ini termasuk dalam Kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) di kaki Gunung Salak di bawah naungan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak).

Lokasi
Terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS : 6° 41' 47.65" S 106° 41' 20.18" E

Aksesbilitas
Berjarak lebih kurang 38 km dari kota Bogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah. Selanjutnya dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 2 km hingga tiba di pintu masuk Curug Ngumpet. Dari pintu masuk ini dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak lebih kurang 200 m atau 15 menit waktu tempuh hingga tiba di lokasi Curug Ngumpet.

Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah. Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang) - Pamijahan - Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampak - Salak Endah, Cibatok - Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari - Gunung Bunder - Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor - Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok - kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang. Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot. Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga) Wana Wisata Gunung Salak Endah.

Tiket dan Parkir

Tiket masuk ke Curug Ngumpet adalah Rp 4.000 per orang. Sedangkan tiket masuk ke kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) adalah Rp 7.000 per orang termasuk kendaraan roda dua.




3. CURUG CIGAMEA

      

Curug Cigamea terdiri dari dua air terjun utama dengan karakter berbeda. Air terjun pertama lebih dekat dengan jalan masuk, dengan tebing curam menyerupai dinding dan didominasi bebatuan hitam. Kolam limpahan air yang berada dibawahnya tidak terlalu dalam dan luas sehingga tidak bisa digunakan untuk berenang.

Sementara air terjun kedua berjarak sekitar 30 meter dari air terjun pertama dan berada di celah tebing. Air terjun kedua ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dengan aliran air yang turun semakin lebar membelah tebing bebatuan yang berwarna hitam kecoklatan serta tumpahan air yang cukup deras dibandingkan air terjun yang pertama. Kolam limpahan air yang ada di bawah air terjun kedua ini cukup luas dengan warna air yang biru kehijau-hijauan di bagian tengah kolam menandakan bagian tersebut cukup dalam, sehingga bisa digunakan untuk berenang.

Sepintas bila dilihat dari bawah, sumber air yang berada di atas air terjun kedua ini berada sedikit di bawah air terjun pertama, padahal sebenarnya tidak. Dari hasil pengamatan mulai dari masuk lokasi ini, terlihat jelas bahwa air terjun kedua ini memiliki ketinggian yang lebih tinggi dari air terjun pertama, namun karena tertutup oleh rimbunnya pepohonan dan adanya bagian tanah yang sedikit menjorok ke muka, praktis bagian atasnya tidak bisa dilihat saat berada di lokasi.

Lokasi
Terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.

Peta dan Koordinat GPS : 6° 41' 40.30" S 106° 41' 8.48" E



Aksesbilitas
Berjarak lebih kurang 38 km dari kota Bogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah. Selanjutnya dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 4 km hingga tiba di pintu masuk Curug Cigamea. Dari pintu masuk ini dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuruni lembah lebih kurang 350 m atau 20 menit waktu tempuh hingga tiba di lokasi Curug Ngumpet.

Kondisi jalan menuju lokasi sudah cukup baik dengan jalan setapak terbuat dari batu dan tersusun rapi dalam bentuk susunan anak tangga (paving block) dengan pembatas pagar besi. Di beberapa bagian jalan tempat peristirahatan tersedia shelter untuk melepas lelah sambil menikmati air terjun dari kejauhan. Juga tengah perjalanan akan dijumpai beberapa ekor monyet yang mendekat biasanya minta makanan. Menurut penjaga pintu kawasan curug ini, monyet yang datang bisa sampai 50 ekor banyaknya.

Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah. Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang) - Pamijahan - Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampak - Salak Endah, Cibatok - Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari - Gunung Bunder - Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor - Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok - kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang. Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot. Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga) Wana Wisata Gunung Salak Endah.

Tiket dan Parkir
Tiket masuk adalah Rp 3.500 per orang. Sedangkan tiket masuk ke kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) adalah Rp 7.000 per orang termasuk kendaraan roda dua.

Fasilitas dan Akomodasi

Banyak tersedia tempat penginapan di kawasan ini.




4. CURUG SERIBU

      

Curug Seribu memiliki ketinggian air yang mencapai 100 meter dengan curahan air yang besar. Sumber air curug berasal dari Gunung Salak dan mengalir mengikuti arah Sungai Cikuluwung. Selama menuju ke curug ini akan ditemui tiga air terjun tambahan berada di sisi kanan jalan dengan masing - masing berketinggian antara 5 hingga 10 meter namun dengan debit air yang kecil dan berada di balik rimbunnya daun pepohonan. 


Lokasi

Terletak di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS : 6° 42' 24.77" S 106° 40' 58.62" E

Aksesbilitas
Berjarak lebih kurang 38 km dari kota Bogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah. Selanjutnya dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 3 km hingga tiba di pintu masuk Curug Seribu. Dari pintu masuk dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 1 km menuju lokasi Curug Seribu. Kondisi jalan ke lokasi ini menurun, curam dan licin dengan waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 1 jam untuk mencapai ke lokasi Curug Seribu.

Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah. Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang) - Pamijahan - Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampek - Salak Endah, Cibatok - Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari - Gunung Bunder - Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor - Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok - kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang. Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot. Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga) Wana Wisata Gunung Salak Endah.

Tiket dan Parkir
Tiket masuk ke kawasan ini adalah Rp 3.000 per orang (termasuk asuransi Rp 250) dan ongkos parkir adalah Rp 1.000 per motor. Sedangkan tiket masuk ke kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) adalah Rp 7.000 per orang termasuk kendaraan roda dua.

Fasilitas dan Akomodasi
Di obyek wisata ini terdapat beberapa fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung antara lain MCK, mushola, camping ground,shelter,dan warung makan.

Curug Seribu ini berada di ketinggian antara 750 - 1.050 meter dari permukaan laut (dpl) dan termasuk dalam Kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) di kaki Gunung Salak di bawah naaungan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak).





4. CURUG CILEMBER

      

Curug Cilember memiliki tujuh buah air terjun di tempat yang berbeda - beda, dengan jeram tertinggi mencapai 40 meter. Semakin kecil angkanya, semakin tinggi letak air terjun tersebut. Namun curug (air terjun) yang paling banyak dikunjungi adalah curug yang ketujuh, dimana Curug ini konon diyakini berkhasiat sebagai obat awet muda, mempercepat dapat jodoh dan dapat menyembuhkan penyakit. 

Curug Cilember ini terletak di dalama kawasan Wana Wisata Curug Cilember di ketinggian 800 - 900 mdpl dengan suhu berkisar 18º - 23º C. Luas kawasan ini sekitar 5, 9 hektar yang didominasi perbukitan dengan hamparan tanaman pinus merkusi dan di bawah naungan Perum Perhutani Unit III yang bekerjasama dengan PHBM Jawa Barat.

Legenda 

Dahulu kala, konon area ini sebagai tempat bersemayamnya putri kerajaan Pasundan yang cantik jelita dan tentunya baik hati. Ia memiliki raut wajah yang awet muda lantaran sering berbasuh di ketujuh air terjun tersebut. Hingga akhir hayatnya, ia tetap berada di sekitar area Wana Wisata Curug Cilember untuk menjaga area curug terebut. Hingga kini penduduk sekitar tidak mengetahui pasti keberadaaannya.

Juga tepat di atas lokasi curug 7 tedapat sebuah makam keramat yang setiap harinya sering dikunjungi oleh masyarakat, untuk berziarah, dan mencari berkah. Menurut sejarah makam ini bernama makam Embah Jaya Sakti yang masih memiliki garis keturunan Prabu Siliwangi dari kerajaan Pajajaran dan masih memiliki hubungan darah dengan Tubagus Arifin yang berada di Kiaralawang Bogor (Kebun Raya Bogor).

Lokasi
Terletak di Desa Jogjongan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS : 6° 38' 13.61" S 106° 55' 22.57" E

Aksesbilitas
Berjarak sekitar 20 km atau sekitar 1,5 jam dari kota Bogor. Jalan masuk untuk mencapai curug ini berada dekat (sebelum) Pasar Cisarua atau gerbang Desa Cilember samping rumah makan padang dari arah jalan raya Bogor - Puncak. Atau juga dapat masuk melalui Taman Matahari. Kondisi jalan menuju lokasi umumnya baik (beraspal) dan dapat dilalui berbagai jenis kendaraan, akan tetapi berliku dan sempit sehingga bila ada 2 mobil berpapasan cukup sulit untuk melewatinya. Jarak dari jalan raya hingga pintu gerbang curug ini sekitar 3 km.

Sedangkan sarana transportasi umum yang ada hanyalah angkutan ojek yang keberadaannya di jalan masuk di pinggir jalan raya Bogor - Puncak.

Tiket dan Parkir
Tiket masuk adalah Rp 6.000,-. Bila membawa kendaraan, tiket tambahan yang harus dibeli adalah Rp 8.000,- untuk mobil atau Rp 4.000,- untuk motor.


Fasilitas dan Akomodasi
Fasilitas di Curug Cilember sangat lengkap, dari MCK, pos jaga, pondok kerja, loket karcis, jalan setapak, tempat parkir, shelter (gardu pandang), tempat duduk, ruang informasi dan tempat sampah hingga tempat ganti pakaian telah tersedia. Berbagai permainan yang membutuhkan ketangguhan dan keberanian juga tersedia, seperti Flying Fox. Juga ada sederet warung penjaja makanan dan minuman bila tak membawa bekal, termasuk pula yang menjual berbagai souvenir.

Bagi pengunjung yang ingin menginap, dikawasan ini terdapat pondok - pondok kayu yang disewakan. Harga sewa pondok ini berbeda-beda, tergantung jenisnya. Sewa termahal adalah pondok Meranti (3 kamar tidur, dapur, tungku pemanas, water heater) harganya Rp 700.000,- untuk weekday dan Rp 900.000,- untuk weekend. Untuk pondok Merkusi dengan fasilitas sama seperti pondok Meranti tetapi hanya terdiri dari 2 kamar tidur, harganya Rp 600.000,- untuk weekday dan Rp 800.000,- untuk weekend. Sedangkan untuk tipe lainnya ada Rasamala (2 kamar tidur, water heater) dan Damar (2 kamar tidur, dapur) harga sewanya Rp 600.000,- untuk weekday dan Rp 700.000,- untuk weekend.

Bila ingin mencoba suasana yang berbeda, cobalah untuk menikmati acara camping atau berkemah di ruangan terbuka. Pengelola menyediakan sewa tenda seharga Rp 75.000,-, sleeping bag seharga Rp 15.000,- atau perlengkapan lainnya untuk berkemah seperti lampu, genset, matras, atau api unggun. Ada beberapa tempat yang menjadi lokasi perkemahan (camping ground). Tempat MCK dan keamanannya terjamin, karena adanya petugas yang terus berjaga di tempat ini.

Wisata lain
Taman Kupu - kupu. Taman dimana dapat melihat beragam jenis Kupu - kupu dengan beraneka keunikan yang mereka miliki, bahkan dapat belajar tentang penangkaran Kupu - kupu. Selain itu disini juga terdapat Taman Konservasi Kupu - Kupu, sebuah bangunan berbentuk kubah jaring raksasa tempat kupu - kupu dikembangbiakan. Ada petugas yang akan menjelaskan proses metamorfosis kupu - kupu, memperlihatkan telur, ulat maupun kepompong yang ada di taman konservasi ini. Tiket masuk ke Taman ini adalah Rp 5.000 per orang.

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/535920cb6507e7a1088b45fd/utm_source=facebook&utm_medium=social&utm_content=forum&utm_campaign=regularpromo

Jumat, 23 Januari 2015

7 Pikiran Negatif yang Harus Dihilangkan Solo Traveler

photo by Helga Weber flickr.com
photo by Helga Weber flickr.com
Pengalaman pertama pasti menjadi sesuatu yang lebih berkesan dari apapun. Bingung, terlihat bodoh, tidak tahu harus melakukan apa, itulah yang menimpa saya ketika menjajal solo traveling pertama.
Kalian tentu berpikir, seorang backpacker yang menyukai tantangan adalah pribadi mandiri yang tak takut apapun. Percayalah, orang yang menjajal menjadi seorang solo traveler juga manusia biasa. Rasa takut, khawatir, dan bingung adalah hal yang manusiawi.
Traveling memang hobi yang universal, hampir semua kalangan menjajal hobi tersebut. Dari seorang extrovert hingga introvert sekalipun. Keduanya memiliki cara tersendiri untuk menikmati perjalanannya. Tapi, apakah bisa menikmati perjalanan bila muncul pikiran negatif tentang daerah yang dituju?
Traveling bersama travelmate pun tak menjamin bahwa kita akan terhindar dari masalah serta terbebas dari rasa was-was, terlebih apabila melakukan perjalanan ke sebuah tempat asing seorang diri, rasa khawatir mungkin saja akan berlipat.
Membaca timeline di akun Facebook, saya agak tergelitik, salah satu status mengatakan bahwa traveler sejati belum lengkap apabila tidak menjajal menjadi seorang solo traveler. Sangat prinsipel sekali. Saya berani menjamin bahwa untuk menjadi seorang solo traveler tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Terlebih jika kamu tidak memiliki kenalan atau tidak menguasai bahasa asing.
Situasi tersebut bisa jadi memancing munculnya pikiran-pikiran negatif di kepala. Berikut beberapa kekhawatiran yang bisa saja kamu rasakan selama perjalanan solo traveling perdanamu;

1. Saya Cemas Bila Tidak Dapat Bersahabat dengan Penduduk Lokal

Perbedaan kultur dan bahasa agak membebani kepala saya waktu itu, saya merasa takut apabila mereka tidak dapat menerima kehadiran saya. Bagaimana bila mereka sangat sinis hingga enggan bercengkrama dengan saya apalagi memberikan tumpangan untuk bermalam.

2. Terlihat Bodoh Ketika Gadget Tidak Dapat Berfungsi

Bagi seorang solo traveler, gadget adalah benda mati yang bisa beralih menjadi seorang teman. Banyak aplikasi-aplikasi yang dapat berubah menjadi “dewa” saat saya bingung hendak melakukan apa.
Mendengar peringatan low battery, berbagai pikiran negatif seketika muncul, bagaimana bila saya tersesat, saya tidak dapat menelvon pihak hotel, atau memanggil taxi untuk menjemput.

3. Semua Orang Memperhatikan Setiap Langkah Saya

Selalu mencolok perhatian, begitulah gambaran traveler yang saya lihat ketika di kereta. Biasanya saya pun agak terpancing untuk memperhatikan traveler dengan ransel besar, kaos santai, celana pendek, dan kaca mata hitam.
Bagi seorang solo traveler perdana, kepercayaan diri sangatlah diuji. Kamu harus siap untuk diperhatikan beberapa orang yang berpapasan denganmu, apalagi jika perawakanmu sangat kontras berbeda dengan warga lokal.

4.Saya tidak dapat membedakan orang baik atau orang yang berniat buruk

Teringat isu-isu di India tentang pemerkosaan terhadap turis asing, serta maraknya pencopetan di Barcelona. Setiap pemberitaan saya yakin memiliki tujuan baik, agar semua orang lebih waspada di segala keadaan.
Kadangkala saya sulit membedakan antara waspada dengan berprasangka buruk. Everything has surprise, hidup ini soal kejutan. Apa yang ditemui selama perjalanan tentu belum sama dengan apa yang ada di pikiran kita.

5. Saya tidak dapat menjamin makanan yang masuk ke dalam tubuh

Persoalan makanan termasuk urusan fatal ketika melakukan traveling, apa yang dimakan tentu akan berdampak pada reaksi tubuh. Selektif merupakan kunci utama untuk menghindar dari penyakit yang berhubungan dengan pencernaan. Itulah mengapa saya mengangap mie instant dan soda sebagai makanan haram untuk sementara.
Masalahnya adalah, ketika saya berada di daerah asing, godaan kuliner menjadi hal yang sulit untuk ditolak dan saya tidak tahu apakah makanan tersebut steril dan baik untuk tubuh saya atau tidak.

6. Saya takut kehilangan barang yang menempel di tubuh

Sulit untuk menjadi santai ketika menjadi solo traveler untuk pertama kalianya. Saya tidak bisa tidur di sebuah kendaraan umum ketika sedang bosan karena menyimpan perasaan was-was kehilangan barang bawaan. Biasanya berbagai upaya saya lakukan, seperti meletakkan sejumlah uang di beberapa tempat rahasia, seperti membuat sobekan di bagian kerah dan menyimpan uang di sana.

7. Saya takut tidak dapat mengelola keuangan

Dari sekian kekhawatiran inilah yang paling umum terjadi. Uang memang bukan segalanya ketika melakukan perjalanan, tapi realitanya segalanya membutuhkan uang.
Satu lagi kekhawatiran saya yang paling besar di antara ketujuh poin tersebut adalah “tidak dapat menikmati perjalanan”, ketakutan kali ini bukan datang dari pikiran-pikiran negatif saya, tetapi sebuah motivasi untuk berpikir positif agar pikiran-pikiran negatif tersebut lenyap.
Hal mendasar dari traveling adalah menikmati perjalanan, apabila kita telah menikmatinya, maka kita dapat dengan mudah menyerap esensi perjalanan tersebut. Toh, kenyataan belum tentu seburuk apa yang kta pikirkan. Tentu tidak mudah menjadi solo traveler, tapi bukan berarti tidak dapat dilakukan.
Tetaplah teguh pada prinsip tak ada masalah tanpa solusi, yakinkan diri bahwa setiap petualangan memiliki ending yang baik, berpositif thinkinglah setiap langkah dan keputusan yang kamu ambil. Ingatlah pada niat awal melakukan traveling, sekarang, mari bersenang-senang!

By Prameswari Mahendrati • January 23, 2015

Kenali Pacarmu Lewat Traveling

photo from www. nomadic-2.com
photo from www.nomadic-2.com
Tak sedikit  saya temui beberapa traveler yang menjadikan pacar sebagai travelmate. Tentu saja siapa yang tak suka bepergian dengan orang terdekat apalagi kita sukai. Begitupun dengan saya. Perjalanan akan semakin terasa menyenangkan dan waktu akan lebih cepat berlalu.
Tapi, pacar hanyalah sekedar travelmate, baik pacar ataupun teman keduanya membutuhkan kesolidan atau chamestry agar segala masalah dalam perjalanan dapat terlampaui dengan baik. Sudah jadi cerita lama kalau traveling bak ladang munculnya masalah, dari barang bawaan yang terlupakan, estimasi waktu yang tidak tepat dengan rencana, pengeluaran biaya tak terduga, terpisah dari travelmate, hingga menjumpai orang-orang yang berniat buruk.
Kesamaan visi misi dan manajemen ego haruslah seimbang antara satu sama lain karena hal-hal di luar teknis tidak hanya berpengaruh pada keberhasilan traveling, tapi juga berpengaruh terhadap hubungan kita dengan travelmate.
Sadar atau tidak sadar, jika kamu peka, berpetualang dengan pacar dapat dijadikan sebuah indikator seberapa kompak dan solid kah hubungan kamu dengan pacarmu ketika traveling. Tentu tidak ada ukuran mutlak untuk mengukur kualitas suatu hubungan, tapi setidaknya traveling bisa dijadikan sebagai ajang untuk mengetahui sifat asli pasanganmu.

1. Seberapa Peka Kalian Berdua

Rasa peka berhubungan dengan tindakan empati kita terhadap seseorang akan kondisi tertentu, terutama saat traveling. Tak menutup kemungkinan kondisi buruk akan menimpa kamu. Kadang kala ada tipe seseorang yang cenderung tidak mengungkapkan apa yang dibutuhkannya dalam beberapa kondisi, terlebih jika kamu atau pacarmu memiliki karakter introvert.
Semakin peka terhadap kondisimu, maka semakin menunjukan bahwa dia adalah orang yang peduli dengan keadaanmu, karena tanpa kamu bilang, ia sudah paham apa yang kamu rasakan dan kamu butuhkan.
Sebenarnya untuk peka terhadap pacarmu tidaklah sulit, cukup perhatikan ekspresi dan tingkah laku yang tidak seperti biasanya, maka kamu akan menemukan sesuatu yang salah dari pacarmu tanpa harus menunggu ia mengungkapkan.

2. Seberapa Hebat Kalian Untuk Menjadi Moodboaster

Mood atau suasana hati seseorang terkadang berubah-ubah, sekalipun saat melakukan traveling. Apalagi jika kamu termasuk seorang yang moody, saya pun adalah orang yang demikian, tentu sedikit masalah akan mempengaruhi suasana hati.
Di sini justru letak tantangannya, kamu dan pacarmu tidak hanya dituntut untuk mengendalikan emosi prbadi, melainkan saling memanajemen dan menjadi moodboaster bagi pasanganmu.
Moodboaster sendiri berhubungan dengan poin pertama, yaitu kepekaan. Semakin kamu cepat tanggap terhadap pacarmu, semakin mudah menjadi penyemangatnya.

3. Yakin Kamu Sudah Mengenal Dia Luar dan Dalam?

Lamanya sebuah hubungan bukan berarti menjamin kamu mengenal dia luar dalam. Kuantitas bukan segalanya untuk menjamin kualitas. Melalui traveling bersama, setidaknya akan muncul beberapa sifat asli dari pasanganmu. Apakah ia tipe pemarah, penyabar, bertanggung jawab, atau cuek.
“Kadangkala, keadaanlah yang akan memaksa kamu untuk tahu karakter dan sifat dari pacar ketika menyikapi masalah selama dalam perjalanan”

4. Hemat atau Pelit?

Saya pernah mendengar selentingan bahwa antara hemat dengan pelit itu berbeda tipis. Hemat itu cenderung paham bagaimana cara mengatur keuangan, mana yang perlu dikeluarkan, mana yang tidak, sedangkan pelit mengacu kepada enggan mengeluarkan uang walaupun untuk kebutuhan urgen.
Ketika traveling, biasanya ada pengeluaran-pengeluaran tak terduga, paling tidak itulah yang sering menimpa saya. Kamu bisa melihat apakah pacarmu seseorang masuk ke dalam criteria yang mana.

5. Pilih yang Sempurna atau Melengkapi?

“Tak ada manusia yang sempurna” begitulah kita, selalu ada kelebihan dan kekurangan dari tiap individu. Begitupun ketika melakukan traveling, tak pernah saya rasakan perjalanan lancar tanpa masalah. Sekecilpun masalah itu selalu saja muncul.
Kalau kamu mencari kesempurnaan perjalanan dengan pacarmu, sewa saja tour guide yang akan mengatur segala perjalananmu, dari transport, akomodasi, makan, dan kunjungan wisata.
Apabila kamu pernah merasakan backpacker, maka kamu akan merasakan apa itu arti saling melengkapi kekurangan satu sama lain, sehingga perjalananmu semakin beresensi. Pengertian akan kekurangan dan berusaha melengkapinya berarti kamu sedang berlatih untuk hidup di titik 0.
Di mana kamu dan pacarmu sedang berposes untuk membentuk kesempurnaan dari ketidaksempurnaan lewat traveling.

6. Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing

Menyelesaikan masalah secara sepihak ketika sedang di daerah yang asing hanya akan membuatmu semakin stress dan travelingmu akan berantakan. Travelmate berarti melakukan perjalanan secara bersama-sama, bukan kamu yang membimbingnya atau sebaliknya. Masalah berat akan semakin ringan apabila dipecahkan bersama-sama, bukan mengandalkan salah satu dari kalian.

7. Seberapa Terbuka Kalian

Hilangkan rasa gengsi dalam sebuah perjalanan karena kunci utama kelancaran perjalanan adalah saling terbuka terhadap pasangan. Apabila pacarmu kurang memiliki kepekaan terhadap kondisimu, jangan ragu untuk bicara apa yang kamu rasakan untuk menghindarkan diri kalian dari masalah berkepanjangan.
“Tingkat kualitas sebuah hubungan kamu dengan pacarmu sebenarnya tergantung bseberapa jauh kalian mengenal dan memahami antara satu sama lain”
Travelisng hanyalah sebagai salah satu media untuk mengetahui karakter dan sifat satu sama lain, selebihnya kalianlah semua ada di tangan kalian.

By Prameswari Mahendrati • January 23, 2015

Ketika Backpacking Berujung Cinta Lokasi

Prameswari Mahendrati • January 12, 2015

couple-backpacking
photo from www.maion.com
Kuteguk satu gelas soda sambil menikmati alunan musik jazz. Sudah beberapa tahun semenjak kelulusan, tak kulihat wajah-wajah hangat ini. Selepas kelulusan, kami sibuk dengan destinasi masing-masing. Ada yang masih melanjutkan backpacking, adapula yang langsung mengejar pekerjaan.

Bagaimana dengan saya? Travel writer, itulah yang sedang kucoba tekuni, belajar menulis tentang hobi saya, backpacking, traveling.

Kupandangi satu persatu para sahabatku ini. Vian, kini ia seorang kru stasiun tv yang menangani salah satu program bertajuk traveling. Ozi, sepertinya ia serius menggeluti usaha biro perjalanannya.

“Maaf telat, ternyata kalian masih setia nunggu”, suara yang tak asing di telingaku. Rupanya benar, Alisa dan Randy. Pasangan yang disatukan karena backpacking. Sudah satu tahun mereka menikah.

Berkumpul seperti ini membuatku bernostalgia mengenang masa lalu. Masa-masa di mana kita berpetualang bersama. Berada di tempat asing, bertemu dengan orang asing, menikmati dingin dan terik sinar matahari berasama. Semua memori itu, seperti kaleidoskop yang tak mungkin saya lupakan.

Alisa dan Randy, tak menyangka ternyata mereka seserius ini. Setelah bersama-sama melanglang buana, akhirnya mereka terikat juga. Pandanganku tak mau lepas dari mereka berdua, rasa bahagia juga turut menyertai. Masih sangat jelas teringat ketika backpacking bersama mereka berdua.

Perjalanan ke Blora dan bertemu dengan masyarakat Samin, tersesat di Jakarta  dan ditipu oleh seseorang, menjajal sejuknya Kota Malang, dan teriknya Dream Land, Bali. Semua itu kami tempuh bersama dan menimbulkan benih-benih cinta lokasi di antara Alisa dan Randy.

“Tak ada yang menyangka kapan dan dengan siapa cinta itu hadir. Saya juga tak menyangka akan ditakdirkan dengan orang yang selama ini begitu dekat, ada di antara kita, orang yang memiliki passion sama denganku”. Saya setuju dengan pendapatnya, setidaknya itu dibuktikan dengan pengalaman pribadi.

Kucoba menelusuri sesuatu yang menjadi pemicu mereka bisa terjebak dalam cinta lokasi sebagai sesama backpacker dalam satu petualangan dan tujuan destinasi yang sama.

1. Cinta Hadir Karena Terbiasa

Terbiasa bersama menimbulkan rasa kebersamaan.
“Rasa kebersamaan menimbulkan perasaan saling mengerti”
Saling mengerti akhirnya timbul rasa saling memahami. Kebersamaan yang sering terjadi inilah akan menimbulkan rasa nyaman satu sama lain terlebih ketika melakukan backpacking. Rasa solid akan terbentuk dengan sendirinya. Kebiasaan bepergian bersama-sama inilah yang membuat pertemanan semakin intens hingga menimbulkan perasaan lebih.

2. Memahami Luar dan Dalam

Terlalu sering bepergian dan menghabiskan waktu bersama, secara otomatis kami pun mengenal karakter dan sifat dasar masing-masing. Ozi yang selalu terbuka dan ceplas-ceplos dalam pembicaraan, Vian yang kreatif dan penuh dengan ide-ide gila, Alisa yang selalu kalem dan tenang, Randy yang bijak dan selalu menjadi penengah.
“Masing-masing memiliki kriteria dan kecocokan, sehingga tidak menutup kemungkinan akan timbul ketertarikan dengan karakter dan sifat teman sesama backpacker”

3. Visi dan Misi yang Sama

Ketika seseorang atau suatu kelompok memiliki hobi atau passion sama dengan tujuan yang sama. Maka kecocokan atau chemistry akan semakin timbul di antaranya.
“Entah berujung pada persahabatan atau bisa lebih, seperti kedua sejoli ini”

4. Tidak Ingin Repot

Seseorang yang terjebak cukup lama dalam kebersamaan tidak ingin repot-repot mencari seseorang yang baru dikenal dan berusaha mengenal lebih dalam dari semula. Itulah yang dikatakan Randy pada kami. Ia tak mau ambil pusing memikirkan seorang pasangan.
“Ia sudah cukup nyaman dengan wanita yang hampir setiap waktu ada di depannya”
Cinta memang kata yang sulit untuk dideskripsikan. Setiap orang memiliki persepsi masing-masing dengan kata tersebut, termasuk backpacker. Backpacker juga manusia yang sewaktu-waktu dapat jatuh cinta, entah dengan orang yang baru dikenalnya ketika perjalanan atau seseorang yang selalu disampingnya saat berpetualang.

Entahlah, backpacker juga tidak melulu membicarakan mengenai keindahan suatu destinasi. Kami juga banyak membicarakan topik lain. Cinta salah satunya, nilai-nilai, dan makna kehidupan, sesuai dengan apa yang kami pahami.

10 Tips Yang Wajib Diketahui Buat Pendaki Pemula

20130519_054415
Sekali-sekali kamu harus naik gunung (Gie, 2005)
Indonesia, negeri kita ini menyimpan sejuta pesona. Salah satu spot keindahan yang tersembunyi, yang tidak semua orang bisa mendapatkannya adalah pemandangan dari puncak gunung. Ya, Indonesia memiliki ratusan gunung, puluhan diantaranya adalah gunung berapi. Nggak heran kalau Indonesia dijuluki sebagai Ring of Fire Country – Negeri Cincin Api-.
Naik gunung akhir-akhir ini menjadi alternatif  traveling bagi anak muda, selain karena murah, keindahan alamnya bikin wahana wisata buatan seseru apapun menjadi nggak ada nilainya. Namun, naik gunung bukannya tanpa bahaya lho. Banyak berita kecelakaan mendaki gunung, seperti tersesat, jatuh ke jurang, hipotermia, dan lain sebagainya.
Beberapa faktor dari kecelakaan ketika mendaki gunung adalah ketidaktahuan, dan ketidakpedulian dari para pendaki itu sendiri. Kamu pengen naik gunung tapi masih pemula? Tenang, Jejakku akan memberikan tips-tips mendaki gunung yang akan mengurangi risiko kecelakaan di gunung. Check this out!

1. Luruskan Niat dan Tujuan
Semua diawali dari niat. Apa niatmu naik gunung? Hura-hura? Cari tempat menyepi sama si doi? Atau menjelajah alam untuk mensyukuri dan mengagumi ciptaan Tuhan? Apapun niatmu naik gunung, pastikan itu adalah niat yang baik. Lurus dan kuatnya niat akan membuatmu fisikmu kuat, karena kamu yakin, kamu akan selalu dalam lindunganNya. Tapi kalau niat awalmu udah nggak bener, rasanya akan selalu was was.
Setiap pendaki tentu ingin mencapai puncak gunung yang didakinya. Namun kita perlu camkan dalam hati, bahwa puncak itu bukan segalanya! Jangan sampai karena ingin sampai puncak, kamu meninggalkan rombonganmu yang lamban atau memaksakan diri padahal udah nggak kuat.
Yang terpenting dari naik gunung adalah kita mengagumi indahnya alam, sekaligus mengasah pribadi bersama sahabat sahabat sesama pendaki.

2 Latihan Fisik
Jangan pernah remehkan gunung. Walaupun dari info yang didapat gunung yang mau kamu daki tidak terlalu tinggi, aman, dan lain sebagainya, kamu harus selalu mempersiapkan diri. Kita tidak pernah tahu akan terjadi apa nanti. Persiapan fisik sangat penting agar kita punya kekuatan lebih buat survival. Latih fisikmu minimal 1 bulan sebelum keberangkatan. Jogging sangat disarankan untuk memperkuat daya tahan tubuhmu.

3. Pelajari Info Tentang Gunung
Pelajari info-info penting tentang gunung. Pelajari jalurnya, dimana base camp nya, dan pelajari apakah ada sumber air disana. Periksa juga berita di internet tentang kejadian terakhir di gunung tersebut. Hal ini bisa membantu mu untuk lebih waspada ketika naik gunung.

4. Packing yang Bener
Banyak pendaki pemula yang gagal melanjutkan perjalanan di gunung karena hal remeh ini. Packing! Ya, kalau membawa beban terlalu berat, kita bisa kehabisan energi. Kalau membawa beban terlalu ringan? Itu namanya nyusahin teman seperjalanan :)
Ingat bahwa kita mau naik gunung, bukan mau kondangan! Jadi tinggalkan semua make up, parfum, dan semua barang mewah yang tidak perlu. Bawa baju ganti juga nggak usah terlalu banyak, sehari cukup pakai satu stel pakaian. Yang terpenting adalah membawa baju hangat yang cukup, dan baju bahan katun yang menyerap keringat. Hindari memakai pakaian bahan jins karena akan berat ketika basah dan lama keringnya.
Jangan lupa bawa senter, korek api, bahan bakar (bisa gas/parafin), alat makan (seminimalis mungkin), pisau, dan alat tidur (sleeping bag dan matras). Tenda bisa disesuaikan jumlah pendaki.
Gunakanlah carrier atau tas ransel yang kuat dan nyaman. Masukkan barang-barang yang jarang dikeluarkan seperi pakaian ditumpukan paling bawah. Untuk barang yang sering dikeluarkan, seperti minum dan makanan ringan, bisa ditaruh di bagian atas. Ada baiknya barang yang agak berat bobotnya juga ditaruh di bagian atas agar beban mengarah ke pundak, bukan punggung bagian bawah.

5. Bahan Makanan Gunung
IMG_4684

Bawa bahan makanan yang cukup untuk pribadi selama perjalanan. Ada baiknya bahan makanan kelompok seperti beras, minyak goreng, ataupun makanan kalengan dibagi rata. Bawa Air yang cukup, untuk perjalanan 2 hari satu malam, minimal kamu harus bawa 3 botol air mineral besar ukuran 1, 5 liter. Kalau misalnya ada sumber air di gunung, kamu bisa bawa lebih kurang, namun pastikan sumber air tersebut ada sepanjang musim dan pasti letaknya.
Makanan yang cepat saji atau makanan kalengan cocok buat kamu bawa. Selain praktis, tentu makanan ini tahan lama. Selain itu, bawa makanan yang banyak mengandung gula seperti coklat atau jelly karena kamu butuh energi ekstra di gunung.
Buang rasa jijik. Lupakan sedikit tentang higienis karena memasak di gunung itu serba darurat. Jangan mbayangin makanan di- plating kayak di masterch*f yaa. Masih bersyukur bisa makan. Yang terakhir, hargai makananmu, walaupun tidak enak, jangan pernah menyalahkan yang masak. Percayalah, di gunung, bumbu terenak adalah rasa lapar.

6. Gunakan Outfit yang Pas
Gunakan baju berbahan katun yang menyerap keringat dan hindari bahan jins. Jangan lupa bawa jaket tebal, penutup kepala, sarung tangan, syal, dan kaos kaki double. Gunakan sepatu, atau sandal gunung. Sepatu lebih recommended karena akan melindungi kakimu. Namun kalau pakai sepatu, pastikan sepatumu tidak tembus air atau terkena air. Karena air yang terperangkap di sepatu dan udara dingin gunung akan membahayakan kakimu.
Jangan lupa bawa jas hujan, walaupun musim kemarau. Jas hujan bisa menghalau embun masuk ke tendamu.

7. Jangan Sombong, Jangan Sesumbar
Hormati mitos atau kepercayaan masyarakat setempat, walaupun kamu tidak mempercayainya. Kamu harus selalu respek terhadap kepercayaan penduduk, jangan sombong, karena kalau ada apa-apa, merekalah yang pertama kali akan membantumu.
DSC02354

8. Jangan Gengsi untuk Minta “Break”
Banyak pendaki pemula gagal mencapai puncak karena terlalu memaksakan diri. Kalau capek, jangan gengsi! Mintalah break ke rombongan. Lebih baik istirahat sebentar daripada tepar di tengah jalan. Tapi jangan lama-lama break, kalau terlalu lama otot akan menjadi kaku. Maksimal 10 menit kamu harus jalan lagi.

9. Jangan Nyampah!
Ini yang sering dilupakan, karena terlalu capek, seringkali sampah kita tinggalkan di gunung. Buang sampah sembarangan itu nggak asyik bro! Ingat, gunung bukan tempat sampah. Bawa kembali turun sampah-sampahmu, syukur-syukur kamu naik gunung sambil bersih gunung. Tinggalkan Jejak positifmu dong.

10. Jangan Merusak
pic
Banyak pendaki yang tidak sadar, atau tidak peduli, seenaknya saja memetik bunga-bunga gunung seperti edelweis. Apapun alasan kita, kita sedikit banyak telah merusak ekosistem gunung.
Jangan melewati jalur yang tidak resmi! Jalur naik gunung dibuat untuk melokalisir kerusakan dari pendaki, jadi kalau kamu bikin jalur sendiri itu akan merusak ekosistem. Selain itu risiko tersesat juga semakin besar.
Jangan membunuh apapun selain waktu, jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali Jejak.
Salam Jejakku!