Kamis, 21 Mei 2015

CURUG LUHUR - DESA GUNUNG MALANG KEC. TENJOLAYA KAB. BOGOR, JAWA BARAT

GURUG LUHUR

Curug Luhur


Curug Luhur


Curug Mini

Curug Luhur memiliki 2 (dua) buah air terjun yang sejajar dengan ketinggian mencapai 62,4 m. Konon sebenarnya, ada satu air terjun di kawasan ini, namun penduduk setempat membuat cabang baru pada aliran sungai dan membelokannya sehingga tercipta air terjun baru. Dikarenakan letak air terjun yang baru itu sedikit lebih tinggi, maka air yang mengalirpun tidaklah sederas air terjun utama. Sumber dua air curug ini berasal dari Gunung Salak.

Disamping kedua curug utama ini juga terdapat deret limpahan air yang mengalir secara deras pada dinding tanah dengan ketinggian + 2 meter. Limpahan air ini mirip air terjun mini yang bisa digunakan pengunjung untuk membasuh tangan atau kaki sambil menikmati kesegaran air khas pegunungan. Air terjun mini tersebut ditampung pada sebuah parit kecil yang akhirnya akan menyatu dengan limpahan air Curug Luhur pada sungai yang ada di bagian tengah bawah area.

Lokasi
Terletak di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS : 6º 39’ 38.59” S 106º 42’ 21.71” E

Aksesbilitas
Berjarak  + 5 - 6 km ke arah Timur dari Curug Nangka, persisnya di samping kanan jalan raya kawasan Bogor - Gunung Salak Endah atau sekitar 20 km ke arah Selatan dari Kota Bogor (kira - kira 30 - 40 menit waktu tempuh berkendaraan).

Perjalanan  ke Curug Luhur bisa melalui beberapa alternatif  jalan, salah satunya dapat melalui jalan raya Bogor ke arah Leuwiliang, belok dipertigaan Cikampek, lalu menelusir jalan menuju Tenjolaya (belok kiri terus). Atau dari Ciapus, dengan mengambil arah ke kanan dari pertigaan menuju Curug Nangka (Sukamantri).

Untuk menuju lokasi air terjun, pengunjung berjalan kaki sekitar 150 meter dari pelataran parker atau pintu masuk. Kondisi jalan menuju curug sudah tertata rapi Karen telah dibuatkan undak - undak semen hingga air terjun.

Lewat Jalan Darmaga (IPB), terus ke Cinangneng, berbelok di pertigaan setelah Majid Besar Al - Hidayah yang berada di pinggir sungai, lalu terus ke Kecamatan Tenjolaya dan sampai ke Curug Luhur. Jaraknya dari kampus IPB Darmaga sekitar 17 kilometer. Kondisi jalan lumayan bagus, sudah beraspal namun agak sempit.

Kalau pakai angkutan umum naik dari mall BTM dengan tarif Rp. 7.000,00 untuk orang dewasa dan Rp. 5.000,00 untuk anak sekolah.

Tiket dan Parkir
Harga tiket masuk adalah Rp 7.500,- per orang. Bagi yang membawa mobil dikenakan biaya Rp 4.500,-  untuk sekali parker.

Fasilitas dan Akomodasi
Di lokasi ini banyak terdapat kolam - kolam buatan yang cukup besar untuk berendam atau berenang di bawah curug ini.

Berbagai bangunan dibangun guna mendukung sarana dan prasarana, seperti kamar ganti pakaian, toilet, tempat duduk untuk bersantai dan lain sebagainya. Juga terdapat berbagai warung - warung penjaj makanan dan souvenir melengkapi kawasan wisata ini. Namun nampaknya areal perkemahan tidak tersedia di sini, mengingat area terbuka dan datar yang ada sepertinya kuran cukup luas.




Selasa, 19 Mei 2015

ADA DANAU BERWARNA BIRU DI BELITUNG (DANAU KAOLIN)

Belitung tak hanya punya pantai cantik saja, namun juga danau berwarna biru yang indah. Danau biru ini adalah bekas galian tambang yang ditinggalkan pemiliknya. Namun, kini jadi obyek wisata yang cukup menarik di Belitung. Tertarik?

Sebagaimana cerita dalam film Laskar Pelangi, Belitung sejatinya adalah daerah penghasil bahan tambang, utamanya adalah timah. Bekas galian kaolin, salah satu hasil lain, kini menjadi objek wisata di pulau ini.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk di dalamnya adalah Pulau Bangka dan Pulau Belitung, hingga kini tetap dikenal sebagai daerah penghasil biji timah berkualitas dunia. Hasil timah dari 2 pulau bersaudara ini pun digunakan oleh sejumlah produsen kelas raksasa, sebagai salah satu komponen produk mereka. Sayang sekali bekas galian timah yang kini mudah ditemui di kedua pulau ini.

Selain bekas galian timah, di Pulau Belitung khususnya ada lahan bekas galian tanah kaolin. Namun lahan ini dikena dengan sebutan Danau Kaolin. Sekilas, memang tak ada perbedaan bekas galian timah dengan lahan bekas galian kaolin. Hanya saja, unsur kapur yang lebih banyak terkandung di tanha liat ini, membuat warna air di bekas galian ini lebih menyala.


Saat akhir pekan tiba, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pulau Belitung, Danau Kaolin ini pun ramai dikunjungi wisatawan yang datang.


Sejumlah wisatawan yang datang melihat - lihat dari dekat serupa apa komposisi air di Danau Kaolin, lalu mengabadikan diri dengan latar danau ini sendiri.

Warna pasir putih, berpadu dengan warna air yang menyala, membuat pemandangan di sini tambah cantik.

Langit Pulau Belitung yang mendung membuat pemandangan pun sedikit agak redup, karena tak ada matahari yang memantulkan cahayanya.

Airnya begitu tenang, pagar - pagar ini sengaja dibangun untuk melindungi wisatawan agar tidak tercebur ke dalam danau.










Salam Belitung

Selasa, 05 Mei 2015

Muntok - Untuk yang berakhir pekan panjang ke Pulau Bangka, sempatkan mampir ke Pesanggrahan Menumbing di dekat Kota Muntok. Ada destinasi untuk berwisata sejarah mengenang pengasingan para pemimpin Indonesia.

Pesanggrahan Menumbing terletak di Bukit Menumbing, sekitar 12 km dari Kota Muntok di Pulau Bangka. Jarak tempuhnya sekitar 3,5 jam dari Kota Pangkal Pinang

Di rumah inilah para pemimpin RI termasuk Bung Karno dan Bung Hatta pernah diasingkan, tepatnya pada tanggal 22 desembe 1928 - 7 Juli 1949


Pada masa pemerintahan Belanda tepatnya 1927 - 1930, villa ini menjadi tempat peristirahatan para pegawai perusahaan timah Bank Tinwinning Bedriff


Beginilah dalamnya terdiri dari beberapa ruangan, termasuk ruang pertemuan dan ruang tidur Bung Karno pada masa itu

Perabotannya masih asli, begitupula letak tiap furniturnya. Turis tak perlu membayar tiket masuk ke tempat ini

Ruang pertemuan mencakup banyak kursi dan 1 meja besar. Foto - foto para pemimpin RI terpampang besar - besar di dindingmya

Kamar Bung Karno cukup sederhana, terdiri dari 2 kasur serta lemari dan kamar mandi. Di sebelahnya terdapat ruang kerja Bung Karno, tempat foto - foto kenangan tertempel rapi

Di ujung ruang pertemuan terdapat BN 10, mobil yang pernah digunakan oleh Bung Hatta. Kondisinya masih asli dan terawat

Pada 1948-1949, para tokoh RI termasuk Bung Karno dan Bung Hatta pernah diasingkan ke Pulau Bangka. Mobil yang pernah digunakan kedua pemimpin tersebut masih dijaga apik di Pesanggarahan Menumbing, tak jauh dari Kota Muntok.


Namun pada 22 Desember 1948-7 Juli 1949, tempat ini dijadikan rumah pengasingan para pemimpin RI. Bung Hatta, Pringgodigdo, Komodor Surya Darma, Assa'at, Ali Sastroamidjodjo, Moch Roem, sampai mantan Presiden RI yakni Bung Karno pernah diasingkan di sini.

Selama diasingkan, Bung Karno dan Bung Hatta menggunakan mobil BN-10 yang masih terjaga apik di Pesanggrahan Menumbing. BN-10 adalah mobil tipe Ford Deluxe 8 warna hitam. Kondisinya masih asli dan lengkap. Jok depan dan belakangnya dilapisi kulit warna hitam.

Selain BN-10, banyak tempat dan ruangan yang bisa dimasuki wisatawan. Ruang tamu, ruang pertemuan, ruang kerja dan ruang tidur Bung Karno masih dijaga dalam kondisi aslinya. Karena terletak di atas bukit pada ketinggian 445 mdpl, udara di Pesanggrahan Menumbing cukup sejuk. Anda juga bisa melihat panorama Kota Muntok dari rooftop Pesanggrahan Menumbing.




MASJID RAYA TERBESAR DI PULAU BANGKA


Pulau Bangka tidak hanya punya pantai indah, namun juga masjid cantik. Yang paling terkenal adalah Masjid Raya Tuatunu. Selain megah, masjid tersebut juga sangat hijau dan bersih.
Selain kelenteng cantik yang memang mudah ditemui di Pulau Bangka, tentu saja banyak masjid-masjid cantik yang juga mudah ditemui. Salah satu masjid cantik sekaligus yang terbesar di sana adalah Masjid Raya Tuatunu.

Sebagaimana namanya, masjid ini terletak di Kelurahan Tua Tunu Indah, tepatnya di Jalan Kampung Melayu, RT 02 RW 04, Kecamatan Gerunggang, Pangkal Pinang - Pulau Bangka. Masjid ini diresmikan pada tanggal 12 Maret 2006 atau bertepatan dengan tanggal 12 Robbiul Awwal 1429 H, oleh Taufiq Effendi yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara pada zaman pemerintahan SBY.

Masjid Raya Tua Tunu tampak depan Pada masa pemerintahan SBY pula, masjid ini pernah dijadikan sebagai tempat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat nasional yang menjadikan Kepulauan Bangka Belitung sebagai tuan rumah. Presiden beserta ibu negara kala itu, beserta sejumlah menteri hadir di masjid ini


Pintu kiri atau selatan Masjid Raya Tua Tunu. Pintu ini paling sering dilalui jamaah karena letaknya yang menghadap langsung ke jalan raya


Bagian dalam masjid yang belantai 2 (dua)


Bagian kubah dilihat dari dalam masjid. Kubah ini unik karena berbentuk biji karet, salah satu komoditas unggulan masyarakat Tua Tunu


Tempat imam memimpin shalat, serta mimbar untuk khotib berkhutbah


Tangga menuju lanta 2 (dua)


Pemandangan kebun hijau di depan masjid


Menara masjid yang menjulang tinggi


Warna hijau dominan menjadikan masjid ini terlihat begitu asri

MASJID PALING UNIK DI BANGKA, 100% TERBUAT DARI KAYU


Pangkalpinang - Bangka tak hanya soal bakmi, atau batu granit raksasa yang bertebaran di pesisir pantainya. Di dekat ibukotanya yakni Pangkalpinang, terdapat tempat wisata religi berupa masjid unik yang semuanya terbuat dari kayu. Penasaran?

Masjid Kayu, begitu masyarakat Bangka menyebut bangunan ini. Nama aslinya adalah Masjid Baitul Hajj, yang terletak di Desa Tuatunu, dekat Kota Pangkalpinang. Masjid ini menjadi bagian dari Keleka Community, komplek wisata yang menyuguhkan aneka tradisi dan kebudayaan khas Bangka.

"Masjidnya diresmikan tahun 2012, tepatnya 12 - 12 - 12. Seperti namanya, seluruh bagian masjid ini terbuat dari kayu. Mulai dari lantai, langit - langit, tiang, tangga, sampai mimbar.

"Kayu yang digunakan yaitu Cempedak dan Meranti. Kuat, tahan rayap.

Hanya butuh waktu 6 bulan untuk membuat masjid ini. Di bagian dalamnya hanya terdapat 5 tiang, yang konon merupakan ciri khas Masjid Jami di masa lampau.

Tiap saat beribadah, warga setempat berbondong - bondong menyambangi Masjid Kayu untuk salat berjamaah. Bagian dalamnya sangat sejuk, angin sepoi berhembus lewat jendela - jendela kayu yang terbuka lebar.

Selain Masjid Kayu, banyak tempat yang bisa traveler datangi di Keleka Community. Mulai dari galeri berisi alat-alat kesenian, sampai kolam pemancingan ikan dan saung untuk bersantai. Wajib disambangi saat berkunjung ke Kota Pangkalpinang !





MERCUSUAR DI PANTAI TANJUNG KALIAN - MUNTOK, BANGKA

Muntok - Pulau Lengkuas di Belitung terkenal oleh mercusuar peninggalan Belanda. Tapi tak banyak yang tahu, mercusuar serupa juga ada di Pulau Bangka. Mercusuar ini menghadap langsung Pantai Tanjung Kelian yang penuh hamparan pasir putih.

Tanjung Kalian adalah nama salah satu pantai paling terkenal di Pulau Bangka. Terletak 9 Km dari Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, pantai ini punya hamparan pasir putih dan pelabuhan kapal yang lalu-lalang dari Sumatera.

Namun magnet paling kuat di pantai ini bukanlah pemandangannya saja. Ada Menara Tanjung Kalian, mercusuar yang dibangun pada 1862 oleh Belanda. Mercusuar ini masih berfungsi sampai sekarang, terutama untuk kapal-kapal yang lewat di perairan barat Pulau Bangka.

"Tinggi menaranya 65 meter, terdiri dari 16 lantai," tutur Erwin, pemandu rombongan wartawan saat mengunjungi Menara Tanjung Kalian beberapa waktu lalu.

Jumlah anak tangga di mercusuar ini adalah 192 buah.





Konon, orang yang menghitung tangga dari awal dan jumlah akhirnya tepat 192, dipercaya akan punya umur yang panjang.


Lain halnya dengan mercusuar yang terkenal di Pulau Lengkuas, anak tangga di Menara Tanjung Kalian cukup curam. Diameter menara pun tidak sebesar mercusuar Pulau Lengkuas. Butuh perjuangan yang tidak sedikit untuk tiba di puncaknya.

Begitu sampai di bagian atas, terdapat pintu ke luar menara. Hanya ada pagar dan balkon selebar 0,5 meter untuk kita melihat sekeliling. Dari atas sini, tampak pemandangan Pantai Tanjung Kalian yang indah beserta pelabuhannya.




Kamis, 05 Februari 2015

WISATA CURUG (AIR TERJUN) TERDEKAT DARI IBU KOTA BOGOR

1. CURUG LUHUR

   

   

Curug Luhur memiliki dua buah air terjun yang sejajar dengan ketinggian tertinggi mencapai 62,4 m. Konon, sebenarnya cuman ada satu air terjun di kawasan ini, namun penduduk setempat membuat cabang baru pada aliran sungai dan membelokkannya sehingga tercipta air terjun baru. Dikarenakan letak air terjun yang baru itu sedikit lebih tinggi, maka air yang mengalirpun tidaklah sederas air terjun utama. Sumber kedua air curug ini berasal dari Gunung Salak.

Disamping kedua curug utama ini juga terdapat sederet limpahan air yang mengalir secara deras pada dinding tanah dengan ketinggian kurang lebih 2 meter. Limpahan air ini mirip air terjun mini yang bisa digunakan pengunjung untuk membasuh tangan atau kaki sambil menikmati kesegaran air khas pegunungan. Air terjun mini tersebut ditampung pada sebuah parit kecil yang akhirnya akan menyatu dengan limpahan air Curug Luhur pada sungai yang ada di bagian tengah bawah area.


Lokasi
Terletak di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS :
 6° 39' 38.59" S 106° 42' 21.71" E 

Aksesbilitas

Berjarak lebih kurang 5 - 6 km ke arah Timur dari Curug Nangka, persisnya disamping kanan jalan raya kawasan Bogor - Gunung Salak Endah atau sekitar 20 Km ke arah selatan dari Kota Bogor (kira - kira 30 - 45 menit waktu tempuh berkendaraan).

Perjalanan ke Curug luhur, bisa melalui beberapa alternatif jalan, salah satunya dapat melalui jalan raya Bogor kearah Leuwiliang, belok di pertigaan Cikampak, lalu menelusuri jalan menuju Tenjolaya (belok kiri terus). Atau dari Ciapus, dengan mengambil arah ke kanan dari pertigaan menuju Curug Nangka (Sukamantri).

Untuk menuju lokasi air terjun, pengunjung berjalan kaki sekitar 150 meter dari pelataran parkir atau pintu masuk. Kondisi jalan menuju curug sudah tertata rapi karena telah dibuatkan undak - undakan semen hingga air terjun.

Tiket dan Parkir

Harga tiket masuk adalah Rp 7.500,- perorang. Bagi yang membawa mobil dikenakan biaya Rp 4.500,- untuk sekali parkir.

Fasilitas dan Akomodasi

Di lokasi ini banyak terdapat kolam - kolam buatan yang cukup besar untuk berendam atau berenang di bawah curug ini.


Berbagai bangunan dibangun guna mendukung sarana dan prasarana, seperti kamar ganti pakaian, toilet, tempat duduk untuk bersantai dan lain sebagainya. Juga terdapat berbagai warung - warung penjaja makanan dan suvenir melengkapi kawasan wisata ini. Namun nampaknya areal perkemahan tidak tersedia disini, mengingat area terbuka dan datar yang ada sepertinya kurang cukup luas.



2. CURUG NGUMPET



   
   

Curug Ngumpet memiliki ketinggian lebih kurang 45 meter, dengan panorama alam yang indah dan asri. Curug Ngumpet ini lebih tinggi daripada Curug Cihurang dan kolam airnya pun lebih dalam dengan batu - batu sungai yang besar - besar. Sayangnya,  kebersihan curug ini kurang terawat, berbeda dengan Curug Cihurang yang memang bersih dan rapi.

Ada satu lagi curug dengan nama yang sama tak jauh dari lokasi ini. Orang sering menamakannya dengan Curug Ngumpet 2. Curug Ngumpet 2 tersebut baru dibuka untuk umum sehingga belum banyak dikenal oleh pengunjung. Letak curug ini berada di samping pintu daki masuk ke Kawah Ratu. Ketinggiannya sekitar hanya 20 meter saja dengan kolam penampungan air di bawahnya yang terbuat dari semen.

Kedua curug ini termasuk dalam Kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) di kaki Gunung Salak di bawah naungan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak).

Lokasi
Terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS : 6° 41' 47.65" S 106° 41' 20.18" E

Aksesbilitas
Berjarak lebih kurang 38 km dari kota Bogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah. Selanjutnya dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 2 km hingga tiba di pintu masuk Curug Ngumpet. Dari pintu masuk ini dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak lebih kurang 200 m atau 15 menit waktu tempuh hingga tiba di lokasi Curug Ngumpet.

Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah. Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang) - Pamijahan - Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampak - Salak Endah, Cibatok - Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari - Gunung Bunder - Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor - Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok - kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang. Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot. Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga) Wana Wisata Gunung Salak Endah.

Tiket dan Parkir

Tiket masuk ke Curug Ngumpet adalah Rp 4.000 per orang. Sedangkan tiket masuk ke kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) adalah Rp 7.000 per orang termasuk kendaraan roda dua.




3. CURUG CIGAMEA

      

Curug Cigamea terdiri dari dua air terjun utama dengan karakter berbeda. Air terjun pertama lebih dekat dengan jalan masuk, dengan tebing curam menyerupai dinding dan didominasi bebatuan hitam. Kolam limpahan air yang berada dibawahnya tidak terlalu dalam dan luas sehingga tidak bisa digunakan untuk berenang.

Sementara air terjun kedua berjarak sekitar 30 meter dari air terjun pertama dan berada di celah tebing. Air terjun kedua ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dengan aliran air yang turun semakin lebar membelah tebing bebatuan yang berwarna hitam kecoklatan serta tumpahan air yang cukup deras dibandingkan air terjun yang pertama. Kolam limpahan air yang ada di bawah air terjun kedua ini cukup luas dengan warna air yang biru kehijau-hijauan di bagian tengah kolam menandakan bagian tersebut cukup dalam, sehingga bisa digunakan untuk berenang.

Sepintas bila dilihat dari bawah, sumber air yang berada di atas air terjun kedua ini berada sedikit di bawah air terjun pertama, padahal sebenarnya tidak. Dari hasil pengamatan mulai dari masuk lokasi ini, terlihat jelas bahwa air terjun kedua ini memiliki ketinggian yang lebih tinggi dari air terjun pertama, namun karena tertutup oleh rimbunnya pepohonan dan adanya bagian tanah yang sedikit menjorok ke muka, praktis bagian atasnya tidak bisa dilihat saat berada di lokasi.

Lokasi
Terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.

Peta dan Koordinat GPS : 6° 41' 40.30" S 106° 41' 8.48" E



Aksesbilitas
Berjarak lebih kurang 38 km dari kota Bogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah. Selanjutnya dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 4 km hingga tiba di pintu masuk Curug Cigamea. Dari pintu masuk ini dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuruni lembah lebih kurang 350 m atau 20 menit waktu tempuh hingga tiba di lokasi Curug Ngumpet.

Kondisi jalan menuju lokasi sudah cukup baik dengan jalan setapak terbuat dari batu dan tersusun rapi dalam bentuk susunan anak tangga (paving block) dengan pembatas pagar besi. Di beberapa bagian jalan tempat peristirahatan tersedia shelter untuk melepas lelah sambil menikmati air terjun dari kejauhan. Juga tengah perjalanan akan dijumpai beberapa ekor monyet yang mendekat biasanya minta makanan. Menurut penjaga pintu kawasan curug ini, monyet yang datang bisa sampai 50 ekor banyaknya.

Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah. Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang) - Pamijahan - Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampak - Salak Endah, Cibatok - Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari - Gunung Bunder - Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor - Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok - kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang. Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot. Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga) Wana Wisata Gunung Salak Endah.

Tiket dan Parkir
Tiket masuk adalah Rp 3.500 per orang. Sedangkan tiket masuk ke kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) adalah Rp 7.000 per orang termasuk kendaraan roda dua.

Fasilitas dan Akomodasi

Banyak tersedia tempat penginapan di kawasan ini.




4. CURUG SERIBU

      

Curug Seribu memiliki ketinggian air yang mencapai 100 meter dengan curahan air yang besar. Sumber air curug berasal dari Gunung Salak dan mengalir mengikuti arah Sungai Cikuluwung. Selama menuju ke curug ini akan ditemui tiga air terjun tambahan berada di sisi kanan jalan dengan masing - masing berketinggian antara 5 hingga 10 meter namun dengan debit air yang kecil dan berada di balik rimbunnya daun pepohonan. 


Lokasi

Terletak di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS : 6° 42' 24.77" S 106° 40' 58.62" E

Aksesbilitas
Berjarak lebih kurang 38 km dari kota Bogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah. Selanjutnya dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 3 km hingga tiba di pintu masuk Curug Seribu. Dari pintu masuk dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 1 km menuju lokasi Curug Seribu. Kondisi jalan ke lokasi ini menurun, curam dan licin dengan waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 1 jam untuk mencapai ke lokasi Curug Seribu.

Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah. Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang) - Pamijahan - Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampek - Salak Endah, Cibatok - Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari - Gunung Bunder - Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor - Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok - kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang. Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot. Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga) Wana Wisata Gunung Salak Endah.

Tiket dan Parkir
Tiket masuk ke kawasan ini adalah Rp 3.000 per orang (termasuk asuransi Rp 250) dan ongkos parkir adalah Rp 1.000 per motor. Sedangkan tiket masuk ke kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) adalah Rp 7.000 per orang termasuk kendaraan roda dua.

Fasilitas dan Akomodasi
Di obyek wisata ini terdapat beberapa fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung antara lain MCK, mushola, camping ground,shelter,dan warung makan.

Curug Seribu ini berada di ketinggian antara 750 - 1.050 meter dari permukaan laut (dpl) dan termasuk dalam Kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) di kaki Gunung Salak di bawah naaungan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak).





4. CURUG CILEMBER

      

Curug Cilember memiliki tujuh buah air terjun di tempat yang berbeda - beda, dengan jeram tertinggi mencapai 40 meter. Semakin kecil angkanya, semakin tinggi letak air terjun tersebut. Namun curug (air terjun) yang paling banyak dikunjungi adalah curug yang ketujuh, dimana Curug ini konon diyakini berkhasiat sebagai obat awet muda, mempercepat dapat jodoh dan dapat menyembuhkan penyakit. 

Curug Cilember ini terletak di dalama kawasan Wana Wisata Curug Cilember di ketinggian 800 - 900 mdpl dengan suhu berkisar 18º - 23º C. Luas kawasan ini sekitar 5, 9 hektar yang didominasi perbukitan dengan hamparan tanaman pinus merkusi dan di bawah naungan Perum Perhutani Unit III yang bekerjasama dengan PHBM Jawa Barat.

Legenda 

Dahulu kala, konon area ini sebagai tempat bersemayamnya putri kerajaan Pasundan yang cantik jelita dan tentunya baik hati. Ia memiliki raut wajah yang awet muda lantaran sering berbasuh di ketujuh air terjun tersebut. Hingga akhir hayatnya, ia tetap berada di sekitar area Wana Wisata Curug Cilember untuk menjaga area curug terebut. Hingga kini penduduk sekitar tidak mengetahui pasti keberadaaannya.

Juga tepat di atas lokasi curug 7 tedapat sebuah makam keramat yang setiap harinya sering dikunjungi oleh masyarakat, untuk berziarah, dan mencari berkah. Menurut sejarah makam ini bernama makam Embah Jaya Sakti yang masih memiliki garis keturunan Prabu Siliwangi dari kerajaan Pajajaran dan masih memiliki hubungan darah dengan Tubagus Arifin yang berada di Kiaralawang Bogor (Kebun Raya Bogor).

Lokasi
Terletak di Desa Jogjongan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS : 6° 38' 13.61" S 106° 55' 22.57" E

Aksesbilitas
Berjarak sekitar 20 km atau sekitar 1,5 jam dari kota Bogor. Jalan masuk untuk mencapai curug ini berada dekat (sebelum) Pasar Cisarua atau gerbang Desa Cilember samping rumah makan padang dari arah jalan raya Bogor - Puncak. Atau juga dapat masuk melalui Taman Matahari. Kondisi jalan menuju lokasi umumnya baik (beraspal) dan dapat dilalui berbagai jenis kendaraan, akan tetapi berliku dan sempit sehingga bila ada 2 mobil berpapasan cukup sulit untuk melewatinya. Jarak dari jalan raya hingga pintu gerbang curug ini sekitar 3 km.

Sedangkan sarana transportasi umum yang ada hanyalah angkutan ojek yang keberadaannya di jalan masuk di pinggir jalan raya Bogor - Puncak.

Tiket dan Parkir
Tiket masuk adalah Rp 6.000,-. Bila membawa kendaraan, tiket tambahan yang harus dibeli adalah Rp 8.000,- untuk mobil atau Rp 4.000,- untuk motor.


Fasilitas dan Akomodasi
Fasilitas di Curug Cilember sangat lengkap, dari MCK, pos jaga, pondok kerja, loket karcis, jalan setapak, tempat parkir, shelter (gardu pandang), tempat duduk, ruang informasi dan tempat sampah hingga tempat ganti pakaian telah tersedia. Berbagai permainan yang membutuhkan ketangguhan dan keberanian juga tersedia, seperti Flying Fox. Juga ada sederet warung penjaja makanan dan minuman bila tak membawa bekal, termasuk pula yang menjual berbagai souvenir.

Bagi pengunjung yang ingin menginap, dikawasan ini terdapat pondok - pondok kayu yang disewakan. Harga sewa pondok ini berbeda-beda, tergantung jenisnya. Sewa termahal adalah pondok Meranti (3 kamar tidur, dapur, tungku pemanas, water heater) harganya Rp 700.000,- untuk weekday dan Rp 900.000,- untuk weekend. Untuk pondok Merkusi dengan fasilitas sama seperti pondok Meranti tetapi hanya terdiri dari 2 kamar tidur, harganya Rp 600.000,- untuk weekday dan Rp 800.000,- untuk weekend. Sedangkan untuk tipe lainnya ada Rasamala (2 kamar tidur, water heater) dan Damar (2 kamar tidur, dapur) harga sewanya Rp 600.000,- untuk weekday dan Rp 700.000,- untuk weekend.

Bila ingin mencoba suasana yang berbeda, cobalah untuk menikmati acara camping atau berkemah di ruangan terbuka. Pengelola menyediakan sewa tenda seharga Rp 75.000,-, sleeping bag seharga Rp 15.000,- atau perlengkapan lainnya untuk berkemah seperti lampu, genset, matras, atau api unggun. Ada beberapa tempat yang menjadi lokasi perkemahan (camping ground). Tempat MCK dan keamanannya terjamin, karena adanya petugas yang terus berjaga di tempat ini.

Wisata lain
Taman Kupu - kupu. Taman dimana dapat melihat beragam jenis Kupu - kupu dengan beraneka keunikan yang mereka miliki, bahkan dapat belajar tentang penangkaran Kupu - kupu. Selain itu disini juga terdapat Taman Konservasi Kupu - Kupu, sebuah bangunan berbentuk kubah jaring raksasa tempat kupu - kupu dikembangbiakan. Ada petugas yang akan menjelaskan proses metamorfosis kupu - kupu, memperlihatkan telur, ulat maupun kepompong yang ada di taman konservasi ini. Tiket masuk ke Taman ini adalah Rp 5.000 per orang.

Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/535920cb6507e7a1088b45fd/utm_source=facebook&utm_medium=social&utm_content=forum&utm_campaign=regularpromo